jump to navigation

Komunitas November 5, 2012

Posted by azkiyaul in Uncategorized.
trackback

Sekarang ini banyak sekali komunitas yang ada di sekitar kita, mulai dari klub motor, klub mobil, fans klub sepakbola, komunitas seni dan masih banyak lagi yang lain yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu, lha yo iso kriting tangane . Mereka bagaikan jamur di musim hujan (kata pepatah), hampir tiap hari ada komunitas baru, ada klub baru.

Membentuk atau menjadi anggota suatu komunitas tidak dilarang dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia, tidak dilarang pula dalam Al Quran, injil, tripitaka, weda atau kitab suci yang lain. Yang dilarang adalah membentuk komunitas yang meresahkan masyarakat, membuat onar atau komunitas yang tidak baik. Jika komunitas itu baik ya tidak masalah, yang tidak boleh itu komunitas yang tidak baik, jadi yang tidak boleh bukan komunitasnya tetapi sifat “jeleknya” yang tidak boleh.

Salah satu komunitas yang ingin saya soroti adalah komunitas fans sepakbola, kebetulan saya juga menjadi salah satu anggota dari komunitas tersebut, tetapi hanya ikut sekedarnya saja yang tidak dimasukkan ke dalam hati. Maksudnya tidak dimasukkan ke dalam hati adalah saya ikut komunitas itu cuma karena ingin berkomunikasi dengan teman-teman lama saya, bukan ingin menjadi suporter sejati, yang darahnya adalah darah warna kostum klub itu, mendukung sampai mati, ngopo lo nganti ngono, nek arep mati ndang mati dhisik kono hehehe.

cerita di awali saat klub kesayangan kita menjadi juara liga dan tak terkalahkan dalam satu musim, bahkan pada beberapa pertandingan awal musim berkutnya. Anggota komunitas tersebut setiap hari mengejek klub lain, membanggakan klub kesayangannya, tidak mau melihat sisi buruk tim kesangannya, hanya mau melihat sisi yang baik, dan selalu membela bahwa klubnya selalu baik, baik dan baik. Saya sendiri juga agak bingung, mengapa sampai segitunya bertingkah seperti itu, memuja-muja yang tak dikenal.

Kemudian pada salah satu pertandingan lanjutan liga, tim kesayangan kita bertemu dengan musuh bebuyutan pada partai super big match (kata antv wkwkwk), ya sama seperti partai Persija-Persebaya, Barcelona-Real Madrid, Internazionale-Juventus, atau Jerman-Inggris. Partai itu sarat akan gengsi, kehormatan dan kejayaan (kata temen saya). Dan sebelum pertandingan temen-temen saya pun mengucapkan yel-yel yang isinya membangga-banggakan klub kesayangannya.

Dan ternyata hasilnya sangat mengecewakan, tim kita di kandang sendiri kalah untuk pertama kali setelah hampir satu musim tak terkalahkan, dan kekalahan itu terjadi saat bertemu musuh bebuyutan. Bisa dibayangkan bagaimana respon dari mereka. Yang paling membuat saya merasa aneh adalah saat fans klub rival bergantian mengolok-olok kita, mereka langsung naik darah dan bersumpah serapah akan membalas dendam terhadap apa yang mereka lakukan.

Ini fenomena kebodohan tingkat titik nadir, ngapain sih kita bertengkar membela sesuatu yang kita hanya tau lewat media, sesuatu yang mereka tidak kenal sama kita, kita juga tidak kenal sama mereka. Memang efeknya apa bagi kita kalau tim kesayangan kita menang atau kalah, kalau mungkin kecewa atau gembira memang ada, tapi itu hanya dalam porsi yang sangat kecil, tidak lantas dibesar-besarkan. Apalagi jika dilanjutkan dengan permusuhan, kalau berperang membela negara atau agama masih mending, lha ini berperang melawan saudara sendiri membela sesuatu yang tidak jelas mengapa musti dibela, lak yo pekok banget to. Saling ejek jika dalam taraf becanda sih boleh, tapi kalo kaya gini kan memalukan. Ada yang menjadikan kaos tim rival sebagai lap, sebagai keset, itu sudah bangganya setengah mati. Padahal itu cuma kaos, mereka pikir kalau sudah menginjak-injak kaos yang ada logo klub tertentu maka harga diri klub itu akan jatuh (hubungane ki lo opo….).

Kita harus segera dewasa sobat, harus bisa mengkholifahi apapun, jangan asal ditelan mentah saja, jangan tertipu oleh kamuflase yang sengaja dibikin oleh oknum. Mencari saudara tidak harus dengan syarat harus mempunyai sesuatu yang sama, mobil sama, tim sama atau apa saja, semua adalah saudara kita, sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Sekian….

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: