jump to navigation

PSSI vs KPSI Mei 29, 2012

Posted by azkiyaul in Uncategorized.
trackback

Indonesia adalah negara yang aneh, pemerintahannya aneh, penduduknya juga aneh bahkan sampai dunia olahraga yang ada di Indonesia pun ikut-ikutan aneh. Coba saja kita perhatikan olahraga sepakbola yang ada di negara kita ini, mana ada kompetisi liga reguler kok sampai ada dua yaitu ISL dan IPL, dan yang lebih parah adalah induk cabang sepakbolanya juga ada dua yaitu PSSI dan KPSI. Semoga saja TIMNAS juga nanti terbentuk juga ada dua, jadi jika ada turnamen AFF CUP saya doakan Indonesia PSSI bisa bertemu Indonesia KPSI di partai final. Ini akan menjadi final paling bersejarah didunia, dan akan menjadikan turnamen yang lebih bermakna dari sekedar Piala Dunia atau Piala Eropa.

Agak aneh memang, dua kubu yang saling bertarung untuk memperebutkan label sebagai PSSI RESMI sampai saat ini terus bergejolak, bahkan ancaman FIFA tak digubris sedikitpun (ancamane Gusti Allah wae ga di gubris opo maneh ancamane FIFA hehehe). Dan yang paling membuat aneh adalah ada dua kubu yang saling bertikai dan mereka mengklaim mempunyai tujuan yang sama yaitu memajukan pesepakbolaan Republik Indonesia, aneh kan…..?. Mengapa jika tujuannya sama dan baik kok malah bertikai satu sama lain, jangan-jangan memang ada kepentingan dibalik semua ini, istilahnya ada udang di balik peyek.

PSSI dan KPSI memang sangat lucu, apa mereka merasa mampu untuk memperbaiki pesepakbolaan di Indonesia yang terpuruk ini, bisa dikatakan terpuruk karena dahulu Indonesia sempat menjadi MACAN ASIA yang disegani di seluruh Asia, tetapi jika barometernya adalah Piala Dunia sangat tidak bisa dikatakan terpuruk karena level kita memang tidak akan bisa kesitu.

Kisruh ini juga yang akan membuat sepakbola kita tidak semakin bergairah, pemain juga akan kebingungan, terutama pemain ISL karena dulu mereka adalah pemain yang legal, kemudian setelah PSSI di reformasi mereka menjadi ilegal dan tidak boleh memperkuat Timnas Indonesia, dan sekarang mereka kembali boleh memperkuat Timnas. Entah siapa yang salah di antara PSSI dan KPSI, yang jelas keduanya sudah bukan memiliki tujuan untuk sepakbola tetapi hanya kepentingan, PSSI seenaknya saja membuat keputusan, dan KPSI malah membuat PSSI tandingan yang banyak dicibir jika mereka hanya ingin mengincar posisi.

Satu yang mereka tidak tahu adalah ada apa dibalik sepakbola itu sendiri, dua kubu tersebut bercita-cita membawa Indonesia ke Piala Dunia, satu hal yang agak mustahil dan hanya bisa diraih dengan pertolongan Tuhan, karena secara teknis kita kalah total. Yang perlu diketahui adalah bahwa sepakbola yang berasal dari China tersebut sudah diatur oleh orang barat secara teknis.

Berikut ini adalah beberapa hal dari sepakbola yang sedikit banyak merugikan kita,

1. Lapangan sepakbola yang terlalu luas, sepakbola modern pertama ada di Eropa dan kemudian FIFA yang sebagian beranggotakan orang kulit putih atau bangsa barat membuat ukuran yang sudah diatur sedemikian rupa sesuai dengan postur mereka, kita sebagai orang Indonesia atau Asia akan merasa sangat kesulitan.

2. Waktu permainan yang terlalu lama, waktu permainan resmi dalam sepakbola adalah 90 menit, dibagi dalam dua babak masing-masing 45 menit. Itu adalah waktu yang sangat panjang bagi kita karena rata-rata orang Indonesia dapat bermain maksimal hanya sekitar 75 menit.

Memang ada beberapa pemain dari Asia yang mampu menembus dunia, bahkan dari Indonesia juga banyak yang menembus dunia walau masih dalam tingkat yang lebih rendah, misalnya Arthur Irawan yang saat ini masih tercatat sebagai pemain Espanyol yang ada di liga Spanyol. Tetapi itu hanya orang-orang tertentu saja dan sebagian besar juga masih di negaranya sendiri.

Seandainya ada revisi mengenai aturan teknis dalam sepakbola, kita masih mungkin bisa menjadi juara dunia atau paling tidak disegani di dunia dalam hal sepakbola. Indonesia pernah meraih juara 4 di turnamen sepakbola anak-anak sedunia yang diselenggarakan di Paris yang bertajuk DANONE NATIONS CUP, saat itu sangat terlihat anak-anak Indonesia bermain sangat bagus bahkan mengalahkan Italia dan Portugal, karena pada saat itu antara ukuran pemain dan lapangan tidak terlalu njomplang.

Jika antara PSSI dan KPSI masih terus saja berselisih, maka sebaiknya keduanya dibubarkan saja, kita bentuk pesepakbolaan yang baru dan kita tidak usah bemimpi untuk menjuarai Piala Dunia, karena kita sudah muak dengan apa yang mereka lakukan yang bersembunyi dibalik misi “maya” untuk memperoleh kepentingan. Kita sebagai suporter juga ngapain harus ribut antara suporter, sepakbola hanyalah hiburan dan olahraga, bukan sebagai alat untuk perang saudara yang semakin tidak jelas.

Buat bapak-bapak PSSI dan KPSI, berdamailah. Ngapain pak ribut ngurusi sepakbola, dari pada ribut mending kalian jadi satu saja kalau memang tujuannya adalah sama. Akan menjadi berita bertahun-tahun jika Djohar Arifin dan La Nyalla boncengan bareng dari Indonesia ke Polandia nonton Euro 2012 hehehe

Sekian sedulur…ternyata panjang juga ya, sampai-sampai yang nulis bingung sendiri.

 

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: