jump to navigation

bebas dalam batas Mei 26, 2012

Posted by azkiyaul in Uncategorized.
trackback

Pada dasarnya manusia diciptakan adalah untuk menjadi khalifah dibumi, itulah sebabnya Allah menciptakan “adegan” turunnya Nabi Adam dari surga ke bumi, karena memang bumi adalah tempat yang harus dihuni oleh manusia. Manusia di beri kepercayaan oleh Allah untuk mengelola, mengatur, dan menjaga bumi beserta seluruh isinya.

Manusia bebas menebang pohon untuk dijadikan rumah, manusia bebas mengambil emas untuk dijadikan perhiasan, manusia bebas mengambil ikan dilaut untuk dijual. Sungguh Allah telah menjadikan manusia sebagai makhluk yang berada pada posisi paling strategis, karena yang mendapat “mandat” untuk mengelola atau menjadi khalifah dibumi hanya manusia, bukan jin, iblis, atau bahkan malaikat.

Tetapi ternyata kebebasan yang dimiliki manusia semakin membuat manusia berbuat bebas tak terbatas, mereke seenaknya merusak pohon tanpa berpikir untuk penanaman kembali, mereka mengambil ikan dengan bahan peledak tanpa berpikir untuk melestarikan terumbu karang bahkan mereka bebas mengambil hasil tambang atau minyak bumi tanpa mempedulikan efek-efeknya.

Bahkan bukan hanya terhadap bumi pun manusia sudah bebas tak terbatas, dalam hal lain pun kebanyakan manusia sudah bebas yang melampaui batas, sebagai contoh manusia bebas untuk memilih makanan, tetapi yang terjadi adalah manusia kemudian memakan sesuatu yang memang dilarang untuk dimakan. Manusia pun bebas melakukan hubungan intim dengan lawan jenis, tetapi yang dimaksud bebas adalah harus dengan istri sendiri yang sah dan bukan bebas melakukan dengan siapapun.

Padahal yang seharusnya adalah bahwa manusia memang bebas untuk menjadi kholifah  tetapi harus dengan batasan-batasan tertentu yang jika batasan ini dilanggar maka akan menimbulkan efek negatif, sebagai contoh jika manusia bebas untuk melakukan hubungan sex makan efek negatifnya adalah bisa terjangkit virus HIV, atau jika manusia bebas memakan apa saja makanan yang dilarang makan dia bisa terjangkit penyakit yang berbahaya.

Jika kita perlajari lebih dalam lagi bahwa sebenarnya manusia tidak akan bisa hidup sebebas-bebasnya, kita tidak akan mampu untuk memakai seluruh pakaian yang kita miliki secara bersamaan, padahal kita mempunyai kebebasan untuk mempunya pakaian sebanyak-banyaknya. Kebebasan itu sebenarnya hanyalah halusinasi dan kita tidak akan mampu untuk melaksakannya karena seperti yang tersebut di atas bahwa manusia memang tidak mampu untuk hidup sebebas-bebasnya dan sebebas-bebasnya manusia pasti ada batasnya.

Jika kita masih merasa bebas, maka kita termasuk orang-orang yang tidak mempunyai tujuan dalam hidup. karena Habib Anis dari Pati pernah berkata jika seseorang mempunyai tujuan makan dia akan cenderung akan membatasi dirinya, ibarat air untuk menuju ke samudera maka air tersebut harus melalui sungai-sungai yang serba terbatas.

Orang yang mengenal Allah pun dia tidak akan mengenal kebebasan, yang dikenal hanyalah kepastian karena kebebasan yang sebenarnya sangat tidak dimiliki oleh manusia . Kita harus membuat batas dalam kebebasan, batas yang semoga akan membawa kita ke jalan cahaya menuju sumber cahaya sejati.

 

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: