jump to navigation

original Mei 14, 2012

Posted by azkiyaul in Uncategorized.
trackback

Semalam menjadi hari bahagia bagi salah satu kawan Azkiyaul, karena dia secara resmi (walau tidak ada pelantikan) menjadi seorang ayah, suatu gelar yang tidak didapatkan lewat sekolah, kuliah atau kursus. Sebelum sang “jabang bayi” lahir kedunia, saya dan teman-teman yang bermaksud “tilik bayi”  sudah berada di rumah sakit, aneh juga memang mau tilik bayi kok yang di tiliki  belum lahir. Akhirnya tema pada malam itu di ubah menjadi tilik calon bapake bayi. 

Sesaat sebelum anaknya lahir, sang calon ayah pun mondar mandir ngetan ngulon ngalor ngidul, wajarlah untuk seorang yang baru pertama kali akan mempunyai momongan. Ia selalu mengintip di balik pintu dimana sang istri sedang berjuang, dengan wajah H2C (harap-harap cemas) ia berkali-kali mengintip pintu kamar bersalin.

Akhirnya sang “jabang baby” pun lahir ke dunia dengan selamat, langsung saja semua merasa gembira menyambut bayi yang rencananya tidak akan diberi nama Roy ini,,(hubungannya apa ya). Sang ayah baru pun langsung mengambil gambar berulang-ulang terhadap bayi yang baru lahir dan sedang di beri baju oleh perawat (gak tau yang difoto bayinya atau perawatnya hanya dia dan Tuhan yang tahu…). Kemudian sang ayah mengumandangkan adzan di kedua telinga si jabang bayi, baru setelah itu ia bisa duduk dengan tenang.

Bayi yang lahir begitu tampan, kemudian menangis dengan sangat keras, tanpa mempedulikan keadaan sekitar. Bayi adalah lambang orisinalitas, tidak mempunyai kepentingan apapun dan tidak terpengaruh apapun. Sifat itulah yang mulai hilang bahkan sudah hilang dalam diri manusia, mereka kehilangan orisinalitas, melakukan apapun sudah ditumpuki dengan kepentingan,memilih apapun bukan karena kebutuhan tetapi hanya karena kepentingan.

Jika kita menemukan orisinalitas dalam segala tingkah laku kita, maka kita akan menemukan diri kita yang sebenarnya, bukan diri kita yang selalu dipengaruhi ileh mode, tren atau apa saja yang dapat merusak keorisinalitas kita.

Setelah hampir 2 jam menemani, kita pun berpamitan dan membawa sebutir embun cerah dari yang Maha Kuasa lewat seorang bayi, semoga berguna

 

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: